The Introvert being Introvert

Apa kalian pernah merasa “enough” dengan someone dan akhirnya memutuskan untuk menblok segala macam bentuk komunikasi dengan siapapun. (?)

Saya merasakan hal itu akhir-akhir ini. Too much too keep and handle ~ Berusaha menjadi the mature one kadang pain in the ass. 

17 Desember 2016

I am celebrate this years alone, saya memang merencanakan tahun ini untuk merayakannya sendiri. Treat my self better.

  1. Nonton Star wars (Early b.day celebration)
  2. Saya ke salon dan melakukan perawatan,  (saya orang yang mungkin ke salon hanya untuk potong rambut) *.*
  3. Trying a new recipe yang saya sudah inginkan sejak lama.

There is no cake, a candle ext.
Entah mengapa saya tidak menginginkan itu tahun ini, tak ada wish yang saya inginkan tahun ini. Saya tidak berharap apa pun tahun ini.

Saya merasa sudah menjadi 23 tahun sepanjang tahun ini jadi tidak ada sesuatu yang saya harapkan berbeda dari hari-hari biasanya.

Saya cukup kaget dengan situasi ini. But it’s not a bad feeling.
Hanya experience baru saja.

Don’t Forget to be Happy

Salah satu doa yang diberikan kepada saya tahun ini “Jangan lupa untuk bahagia” Jujur saja saya cukup terkejut dengan doa itu, simple tapi cukup complex untukku hingga membuatku berpikir lama.

Am i happy this year? saya sudah berhasil mengabulkan keinginan saya tahun lalu, mandiri secara finansial. Tapi kebahagiaan yang saya angan-angankan tidak seperti ini, berbeda. Jauh berbeda.

Define Happy? saya memberikan pertanyaan itu kepada diri saya sendiri. Yang terlintas di pikiran saya, saya tidak merasa terpuruk. I am OK. Tapi still something missing. Walau setiap hari berlalu sesuai yang saya ingikan, saya melakukan apa yang saya inginkan, i am not enjoying it.

Sepertinya usaha saya kurang cukup untuk membuat diri saya bahagia.

Saya belajar sesuatu yang baru lagi tahun ini.

Berusaha lebih keras untuk jadi lebih bahagia. Enjoy the moment. This moment.
I am too stiff this year. T.T

 

 

Promise is a Promise

Di pagi hari ketika saya terbangun, suara telfon berbunyi. The ID calling dilayar handphoneku tertulis Mother. Dia mengucapkan salam dan memberikan doa untukku di tahun ini.

Obrolan kami menyenangkan, funny yet meaningful until she said “kamu janji cuman setahun kan di Surabaya” Saya terdiam mendengar pernyataannya yang terdengar seperti pertanyaan yang meminta validating.

Ketika diawal tahun saya menerima pekerjaan ini, saya tidak pernah menduga My Mom orang yang bakalan menyuruhku untuk pulang ke rumah, mencari kerja di hometown. Tentu saja sebelum saya menerima pekerjaan ini saya berdiskusi dengannya dan  meminta ijin darinya.

Promise is a promise, i love her enough untuk mengabulkan keinginannya. But there is another promise i made and i cherish this person enough for not broke the another promise. So i make compromise for this people.

Saya mengenal diri saya lebih baik lagi tahun ini.

I am a self center person, i know i love my self more than i love another people, But if my love for them is enough, saya akan berkompromi dengan mereka.

Welcome back.

Sudah lama tak berbincang, bercerita beberapa kisah di catatan personal ini yang sebenarnya not too personal.

Jadi, cerita pertama yang akan kubagikan adalah tentang kejadian beberapa hari yang lalu saat aku meet up dengan teman masa kecil. Pertama kali bertemu, aku cukup merasa awkward (sedikit), bingung bakalan ngomong apa saat pertama kali bertatap muka. Beruntungnya dia cerewet jadi semua kesan kaku langsung hilang.

selama 2 jam pertemuan, jujur itu masih kurang banyak. Selama 2 jam kita hanya bercerita mengenai kehidupan anak kuliahan. Padahal aku ingin tahu bagaimana kabar teman kecil kita yang lain di kompleks BTN 2 Bulukumba, dalam pembicaarn selama 2 jam itu she told me twice “Aku nggak berubah” yang pertama saat pertama kali saat bertemu it’s about my height and weight dan yang kedua about my personality. Cukup mengangetkan di mana aku tahu dalam 4 tahun terakhir aku berubah banyak. Banyak banget. Aku bukan lagi the moody and temperament girl yang dulu. I am more than my old personality.

Aku pindah rumah saat kelas 2 smp dan saat itu juga kami terakhir ngobrol dan ketemu (9 years apart). Pernyataannya yang mengenai personality ku cukup membuatku tertarik mengenai “bagian apa yang tidak berubah” dia bilang aku dari smp (terakhir kali kita bertemu saat aku kelas 2 smp) selalu berpikir dewasa. Aku nggak tanya dengan detail dewasa yang dimaksud seperti apa tapi yang aku tahu aku memang orang yang penuh dengan angan dan impian. Selalu mikirkan langkah apa selanjutnya dan selalu punya suatu tujuan untuk diperjuangkan. Dia juga bertanya mengenai why i choose psikologi,  i never talk about being piskolog (waktu kecil) ataupun ingin jadi penulis.

it’s nice to meet a old friend. dia juga bilang kalau cara ku berbicara seperti orang yang melakukan analisis terlebih dahulu sebelum mengeluarkan tanggapan. Cukup lucu mengingat aku adalah orang terpayah dengan ingatan mengenai teori. Tapi dia tidak salah, cukup susah memang ketika mencoba berbicara menggunakan standar pembicaraan umum, banyak banget yang harus dijelaskan ulang dengan menggunakan common sense. Tapi karena aku mendapatkan banyak cerita darinya jadi tidak masalah, masih masuk dalam kategori pertemuan yang sangat menyenangkan. 😀

Have a nice day.

.

Tagged , , , ,

The After Effect.

Skripsi telah selesai.. skripsi telah selesai… skripsi telah selesai #nyanyi.

well, setelah ngejalani proposal selama 1 semester, lalu berlanjut dengan skripsi 1 semester. Finally it’s done. Hwaaaaaaaaaa….. *senang buanget* Tapi the after effectnya belum kelar-kelar juga. Aku sekarang berjerawat yang super mengerikan akibat strees-menyelesaikan-skripsi. Ini beneran super menyeramkan. i looks like a monster (without make up) aku udah melakukan perawatan secepat mungkin kemarin dan semua uang yang aku saving bulan lalu habis karena melakukan perawat-yang-cukup-menguras-kantong dan beli beberapa cream malam untuk memusnakan jerawat.

Dengan keadaan wajah seperti ini, aku sangat takut pulang ke Makassar. Akan banyak orang-orang yang memberikan komentar mengenai wajahku yang sedang mengerikan saat ini. Oh my god. oh my god. What should i do. T^T

Tagged , ,

Bagaimana gue membela diri gue

Masih sulit bagi gue untuk melakukan ibadah secara seutuhnya. Ingin rasanya menjalankan ibadah sesempurna mungkin. Hanya saja entah mengapa gue masih belum dapat mendisiplinkan diri gue sendiri untuk berkomitmen dalam menjadi diri yang lebih sempurna di mata sang pencipta.

Gue masih merasa risih ketika beberapa orang memberikan nasehat ataupun bertindak “bossy” dalam cara gue menjalankan ibadah yang memang sejujurnya masih banyak kekurangan. Gue orang yang ekspresif jadi gue yakin gue pasti sudah menampakkan ekspresi sebete mungkin kalau ada orang yang membahas topik ini ke gue.

Ingin rasanya teriak pada mereka “mind your own business, buddy” tapi gue bukan tipe yang suka menjadi pusat perhatian di tempat yang rame. Dan tindakan ini jelas akan menarik perhatian orang banyak. Jadi gue menutup mulut gue untuk tidak teriak dan tentu saja dengan ekspresi yang sangat tidak nyaman.

Salah satu teman kampus gue pernah ngomong kalau gue merasa terintimidating oleh seseorang, secara tidak sadar gue malah bakalan menunjukkan body language atau mengeluarkan ucapan yang membuat orang tersebut merasa terintimidating sama gue.

Gue menyebut itu insting animalistik gue dalam mempertahankan/membela diri dari orang-orang yang membuat gue merasa terancam. Well, i’m  happy to have this. Kalau gue ingat-ingat lagi, waktu kejadian tersebut gue memang tidak teriak tapi gue mengeluarkan satu pernyataan pada orang tersebut yang membuatnya diam seketika.

Pada dasarnya gue orang yang punya ego yang tinggi, agak narsistik dan keras kepala. Jadi sulit untuk memberikan gue petuah dan sebaginya, gue akan tetap minta maaf kalau gue merasa bersalah which is itu agak jarang terjadi. Dan kalau pun gue mau berubah, perubahan itu harus atas dasar keinginan gue sendiri dan karena pengalaman sendiri atau pengalaman orang-orang pantas untuk didengarkan (Gue punya semacam kecendrungan untuk menghormati orang-orang yang jauh lebih tua, yang aku defenisikan sebagai orang-orang yang punya authority)

Orang-orang kayak gue akan lebih gampang terjebak dalam reverse psychology, karena kami terlalu ber ego tinggi untuk mengakui kalau kami tidak bisa melakukan suatu hal. Jadi satu-satu cara memberikan nasehat pada orang-orang seperti gue adalah dengan pintar-pintarnya menggunakan hal tersebut.

Tagged , , , , ,

Move on

Gue sering mendengar beberapa wanita  berkata kalau mereka tidak bisa hidup tanpa pacar mereka. logika gue menyatakan itu tidak masuk akal. Biasanya gue melontarkan pernyataan balik ke mereka, bukankah selama beberapa tahun sebelum lo pacaran, lo hidup dan normal-normal aja.

Beberapa orang tidak bisa menjawab pernyataan tersebut, beberapa lainnya mencoba menjelaskan tapi tidak dapat menemukan kalimat yang tepat untuk diberikan pada gue.

Gue akhirnya menemukan jawaban dari penyataan gue sendiri, jawaban ini gue temukan dari salah satu novel yang gue baca. Kita masih bisa hidup tanpa significant other tersebut, hanya saja akan berbeda rasanya dan terlalu besar beban perasaan emosional yang harus kita lalui.

Move on itu bisa. Sangat bisa dilakukan, hanya saja setiap individu itu berbeda. Gue membutuhkan waktu setengah tahun untuk benar-benar menerima kenyataan bahwa finally kita nggak bareng lagi dan beban perasaan tersebut akhirnya tidak mengganguku lagi. Beberapa orang malah akan terjebak dalam perasaan emosional mereka, beberapa lainnya membutuhkan waktu yang lebih dari setengah tahun.

Tagged , , ,

Tahun Baru dan Resolusi Baru

Tahun ini gue bertekad untuk tidak membuat target ataupun resolusi apapun, gue mau tahun ini menjalani semuanya seperti “air yang mengalir”. Life in the moment. Dan akhir tahun nanti gue akan merekap semua kejadian dan hal-hal yang sudah gue lewatkan. 🙂

Nggak ada alasan khusus kenapa gue melakukan ini, gue hanya terpikir untuk melakukan itu.

Tagged ,

Happy 21 y.o for me and message for my future

Yeiyy ~ happy birthday to me. Happy 21 y.o. Gue merasa sedikit aneh berada di umur ini, gue tiba-tiba berada di momen oh ~ man’ gue udah dewasa. Gue harus lebih mature dari umur 20-an kemarin. Gue harus menentukan masa depan gue dengan lebih jelas. Udah mau lulus kuliah, harus mikir mau lanjutnya seperti apa. Dan yang diutamakan harus pintar-pintar mengatur keuangan, kalau bisa udah usaha cari penghasilan tambahan sendiri. Oh iya, gue terinspirasi dengan blog-nya oca yang buat pesan untuk dirinya 5 tahun ke depan. Jadi gue juga mau buat sebuah pesan singkat untuk diri gue 5 tahun kedepan. Diri di umur 26.

Hai, 26 y.o me, how’s your life? Gue ingin menanyakan beberapa target atau impian yang gue pikir akan tercapai di 5 tahun kedepan.

1. Are you married already? Gue yakin terlepas apapun alasan lo mengambil keputusan untuk menikahi pria itu gue yakin itu tepat, di umur 21 lo selalu berpikir bahwa sebuah hubungan kuncinya adalah komunikasi dan kompromi. Gue tau hubungan pernikahan itu ribet, tapi lo selalu belajar dari kesalahan yang lo lakuin dan melakukan evaluasi diri menjadi lebih baik. Gue yakin lo sekarang di momen yang sangat menikmati peran menjadi seorang istri. 🙂

2. Udah jadi psikolog? Gue tau jadi seorang psikolog itu nggak mudah, lo harus berurusaan dengan masalah orang setiap hari, but you should remember kalau lo drama junkie jadi itu nggak masalah buat lo. dengerin masalah orang malah sebuah dopamin buat lo, karena lo suka a good drama. Apalagi ini adalah a reality drama not some fiction drama movie or novel. So just enjoy it seperti penonton pada umumnya. 🙂

3. Or being intrapreneur? Keputusan lo banting setir kerja di corporate pasti dengan alasan yg logis, gimana, udah berhasil beli gadget yang paling lo mau pakai uang hasil keringat sendiri? lo pasti senang banget kan yah sudah berhasil mandiri secara finansial, udah nggak minta sama orang tua lagi. Kalau bisa lo udah mikir buat beli properti untuk jaminan masa depan, asuransi kesehatan, pendidikan dll juga pasti udah lo cover kan? 😀

4. Study ke luar negeri. Lo selalu punya keinginan dari hati kecil lo yang terdalam kalau lo mau nyoba stay di luar negeri untuk beberapa bulan, entah itu karena pendidikan ataupun mencari pengalaman. Kondisi lo sekarang belum bisa mewujutin itu, karena orang tua lo melarang. Tapi gue yakin kalau keinginan lo itu udah gede atau memuncak lo bisa mewujutinnya. Lo itu kuat, independent, sekarang keinginan lo untuk study keluar negeri masih 50:50 kalau keinginan ini sudah jauh lebih besar gue yakin lo pasti menemukan cara agar orang tua lo mengizinkan. Semangat ~

5. Adventure. Udah kemana aja? lo selalu pengen jadi seorang traveler yang melakukan adventure ke tempat-tempat yang super duper keren. menikmati keindahan alam semesta bumi pertiwi. Kalaupun lo belum bisa kerja di nasional geografi indonesia  dan kompas (impian lo), usahain untuk melakukan traveler ke tempat yang masih satu pulau dengan tempat tinggal lo. And don’t forget to buy a kamera kece for capture every momen in your adventure. 😀

6. Kalau ternyata lo terjebak di kehidupan sebagai ibu rumah tangga di umur ini, dan semua target-target yang lo mau masih belum terealisasikan, gue mau ngingetin kalau lo nggak usah depresi ataupun merasa such a failure. Lo nggak pernah nunjukin ke orang-orang di luar sana kalau lo itu lemah, lo itu kuat. Orang-orang selalu bertanya-tanya bagaimana cara lo bisa menikmati hidup dengan begitu menyenangkannya dan masih bisa mengatur keuangan dengan baik. jadi kalaupun sekarang lo di momen yang nggak sekaya yg lo inginin, gue yakin orang-orang malah sudah iri sama cara lo menjalani hidup lo. (True story broo 🙂 So just enjoy your life. Don’t thinking about penyesalan mengenai target yang udah nggak bisa kamu wujudtin tapi thinking about how you make that target bisa di wujudtin dengan memanfaatkan keadaan kamu saat ini.

Happy birthday, Happy 26 y.o future of me. 😀

Tagged , , , , ,