Monthly Archives: August 2013

Hari-yang-Tidak-Begitu-Menyenangkan.

Hari kamis kemarin gue niatnya mau ngelakuin “Me Time” gue, dengan nonton The mortal Instruments : City of bones sendirian..

Terdengar pathetic? Nope, bagi gue that was a great-great-great idea.

Sebenarnya sih, gue udah ngajakin teman-teman terdekat gue tapi mereka kurang tertarik. Jadi gue mutusin lebih baik untuk nonton sendiri.

Film ini sudah gue tunggu-tunggu semenjak tahun kemarin, bisa dikatakan bahwa ini salah satu film yang ada dalam list gue-mesti-kudu-wajib-nonton.

Asal kalian tau, nonton sendiri juga bukan hal yang baru buat gue, dulu pas masih jaman-jaman sma nih, gue sering banget nonton sendirian. Tapi sekarang, selama kuliah di Surabaya gue bahkan nggak pernah nonton sendirian lagi.

And then finally gue nggak jadi nonton. Sumpah, gue sebel banget. Tenyata ada kerja kelompok mendadak.

Ok, teman gue bilangnya nggak mendadak, udah di kabarin dari rabu malam. Tapi lah, nyatanya gue nggak tau apa-apa. Nggak ada yang ngabarin , atau ada yang kabarin tapi sms-nya nggak nyampe. Whatever ~

Sumpah, hari ini adalah hari yang-tidak-begitu-menyenangkan. ┐(´_`)┌

Tagged , , , , , , ,

Not-So-Complicated

Aku bosan dengan kalian, kita terlalu sering bersama-sama. Aku butuh space ku. Aku butuh waktu juga dengan teman-temanku yang lain. Dengan duniaku yang tidak melibatkan kalian di dalamnya.

Bukan berarti aku tidak ingin bersama kalian lagi, aku tidak membenci kalian. Lebih-ke-kita-tidak-seharusnya-bersama-sama-dalam-waktu-dekat-ini.

Sincerely your dear Friend 

Tagged ,

Wanita itu dan Kamu

Aku membenci kelas ini, bukan karena materi dan dosennya. Tapi karena kamu memilih untuk tidak peduli padaku saat itu.

Aku duduk di sampingmu, di sebelah kananmu. Aku mengenal wanita itu, cuman-sekedar-kenalan. Tapi-sepertinya-lebih-untukmu. karena wanita itu sengaja memilih tempat di sebelah kananmu ketika melihat kita berdua berjalan masuk dari pintu kelas yang berwarna putih itu.

ketika aku memilih tempat pojok ke dua dari belakang di arah timur, dan kamu mengikutiku. wanita itu memindahkan tasnya yang dia taruh di atas meja depan kita, ke sampingmu.
Sepanjang kelas, wanita itu mencoba menarik perhatianmu dengan menanyakan berbagai hal yang dia yakin kamu tahu jawabannya. Aku merasa tersisihkan, seakan-akan kamu akan meninggalkanku sendiri, seakan-akan wanita itu mencoba merebutmu dari sisihku.

Dan di sinilah aku, duduk tertegun sambil menuliskan kejadian ini dalam sebuah memo Blackberry. Berpura-pura untuk baik-baik saja dengan apa yang terjadi.

Aku bertanya-tanya dalam hati, apakah kamu menyadari apa yang ku rasakan?

Tagged

Oh.. Toilet Kos

Gue mau cerita tentang kebiasaan gue yang akhir-akhir ini milih boker di toilet kampus gue. Jadi, awal mulanya itu karena toilet kos gue semenjak 2 minggu ini mampet.

Selama ini sih, gue ngakalinya supaya nggak punya urusan “buang hajat” di toilet dengan nggak makan yang aneh-aneh kalau di kos. But sometimes, kamu nggak bisa melawan hukum alam. Bagaimanapun caranya kamu menghindari suatu hal pasti ujung-ujungnya kamu bakalan ketemu. Ok. Kenapa jadi filosofi gini, Lanjut.. Lanjut..

Kalau emang udah kepepet banget, gue bakalan ke toilet lantai 1. Masalahnya adalah toilet lantai 1 itu toiletnya mas-mas yang terkenal aneh. Toiletnya terletak di sebelah kamarnya mas-mas itu jadi yang dominan pake yah.. Mas-mas itu.

Kenapa gue bilang aneh? Soalnya toilet itu baknya nggak pernah diisi, jadi kalau mas-mas itu mandi ambilnya langsung dari keran air. Dan JOROK!! Gue pernah nih ya, pas lagi enak-enaknya boker. Tiba-tiba nongol kecoa di depan gue. Untungnya sih konsentrasi gue nggak terganggu.

Menjadi lebih complicated lagi, kalau “buang hajatnya” di pagi hari. Gue bakalan ribet banget naik turun tangga. Padahal kelas gue tiap pagi jam 7.30. Makanya gue akhirnya ngambil keputusan. Kalau udah kebelet di pagi hari, mendingan buang hajatnya di toilet kampus aja. Lebih efektif waktunya dan lebih nyaman. Nggak tau deh, toilet kos bakalan bagusnya kapan.

Ini nih, toilet kampus gue yang super nyaman dan super bersih. (•̪ -̮ •̪)(•̪ -̮ •̪)  =>  The Toilet

Tagged , ,

Running Man, Not Anymore.

Ok. Gue mau cerita tentang perasaan gue sama reality show “Running Man.” Dude.. Kalau gue bisa muntah, gue bakalan muntah setiap denger nama reality show itu disebut.

Eh, tapi ini bukan berarti Running Man itu jelek yah, tapi justru karena makin bagus makanya gue udah dititik nggak sanggup lagi buat dengerin. Jadi gini, teman-teman, saudara, sampai kenalan-kenalan gue pada suka nonton Running Man, dan semuanya nih di waktu yang nggak bersamaan selalu bahas itu.

Lah, gue ngerasa flooding dong dengan “subjek” yang sama SELALU diulang over and over and over again.. Gue sampai mikir, tuh reality show kapan selesai yah. Nggak mau stop apa.. Woii.. Orang korea, bikin reality show yang baru aja sana..

Tapi yah.. mau gimana lagi, seiring waktu, reality show itu ratingnya makin naik. Yah ~ gue nggak bisa apa-apa dong. ┐(´_`)┌ Yang bisa gue lakuin cuman 1, ngasih tau temen-temen deket gue buat JANGAN BAHAS reality show itu di sekitar gue.

Jadi buat loe teman-teman gue yang lagi baca nih blog, PLEASE BANGET, STOP TOPIK RUNNING MAN DISEKITAR GUE!! KEPALA GUE SAKIT DENGERNYA!! Bukan berarti gue ngelarang buat nonton, boleh kok. Boleh-boleh aja. Asal jangan bahas pas gue bareng kalian.

Sincerely your Friend

Tagged , ,

I’m not afraid i’m just scared – Anonymous

Tagged