Monthly Archives: September 2013

Daily Days

Penat, Butek and whatever the name. I’m just sooooo not in the mood to pretending that I’m ok with you.

Advertisements
Tagged , , , , , ,

Kos Sweet Kos

My Dorm :>

 

Ini adalah Kamar, Dorm, Kos, Rumah, Sarang. Apapun namanya ini adalah tempat peristirahatanku. Sudah dua tahun aku menempati tempat ini, dan sudah beberapa kali aku memindahkan perabotan-perabotan yang ada di dalamnya.

Sebagai mahasiswa yang merantau dan jauh dari rumah. Ini adalah satu-satunya tempat di mana aku berpulang. Rumahku selama masih menyandang status Mahasiswa rantauan.

Aku mencintai tempat ini. Ketika sedang strees dengan kehidupan kampus yang penuh dengan tugas-tugas dan kegiatan organisasi, aku akan merasa baikan ketika telah kembali ke sini. Bahkan, aku menggangap bahwa ini adalah rumah pertamaku dan rumah yang berada di tempat asal adalah rumah kedua.

Ini adalah obatku. Obatku untuk menemukan kesenangan dan ketenangan. :>

 

Tagged , , , , , , , , ,

Reason For Living

“When you find your reason for living, hold onto it. Never let it go. Even if it means burning other bridges along the way.” – Rush Finlay

Salah satu quote dari karakter cowok utama di novel yang udah aku baca berulang-ulang. Aku belum bisa mendalami atau mengerti lebih dalam apa maksud dari qoute itu, sedalam apa perasaan Rush ke Blair.

Tapi ketika aku menemukan the reason. Yah.. Aku akan memegangnya erat-erat dan sebisa mungkin berusaha untuk tidak melepaskannya.

Tagged , , , , ,

Pain of Heart

Gimana kalau seandainya kamu dihadapin dengan sebuah kejadian yang bakalan ninggalin luka di hatimu? Tidak. Aku belum mengalaminya. Kejadian itu belum terjadi dan aku meminta disetiap doaku untuk tidak membiarkannya terjadi.

Aku tidak ingin membayangkannya, memikirkannya saja sudah membuat takut. Terlalu mungkin untuk terjadi hingga membuatku ketakutan untuk membayangkannya. Dan kalau memang Tuhan menginginkannya terjadi, aku tidak tahu akan jadi seperti apa aku nantinya. Apakah aku akan berkompromi dengan luka itu atau aku lebih memilih untuk mengakhiri hidupku di dunia ini daripada merasakan luka itu?

Aku tak tahu.  Tapi aku akan selalu berdoa dan berdoa dan berdoa agar hal itu tak terjadi. Dan untuk KAMU. Aku berharap KAMU tidak melakukannya. Melakukan sesuatu yang nantinya akan menjadi sebuah kejadian yang meninggalkan luka di hatiku.

 

 

Tagged , , , , , , , ,

Cinta Dua Arah

Cinta dua arah. Bukan, bukan itu tepatnya yang dia katakan. Lebih ke “semester ini cintaku terbalas ternyata” Iya, aku membalas perasaannya untuk saat ini, aku memang tidak pernah menolaknya. Ketika dia menyatakan perasaannya, aku menerima tapi tidak memberikan respon apapun. Dingin. Ia, Terkesan seperti itu tapi sebenarnya aku hanya speechless, tidak tau harus berkata apa.

Aku ingat moment  ketika dia berusaha untuk mengeluarkan isi hatinya, dengan ekspresi blushing yang sangat menggemaskan dan tangan yang menutupi bibir, dia mengatakan bahwa dia sudah jatuh cinta pada karakterku. Hanya kalimat itu yang tersimpan dalam memoriku. Padahal aku yakin, dia mengatakan banyak hal lainnya yang tidak kalah penting. Maafkan aku, aku hanya bisa mengingat satu kalimat itu saja.

Kita berkenalan saat pendaftaran ulang kampus, dia yang menghampiriku ketika melihatku berjalan melewati hall lantai 6 kampus kita. Itu yang kau katakan sendiri, bahwa kau memang sengaja menghampiriku. Lalu dia menanyakan namaku dan kita berkenalan lebih jauh lagi.  Setelah 4 semester berlalu kita masih sama-sama, moment marahan dan kesalahpahaman tetap terjadi, tapi itu salah-satu hal yang membuat hubunganku dengan dia makin kuat.

Aku dan dia hanya dua orang yang memiliki hubungan pertemanan yang sangat dekat. Aku menganggapnya sebagai salah-satu orang terdekatku saat ini. Walaupun aku membalas perasaannya saat ini tapi aku yakin, nggak akan ada yang berubah.

Tagged , , , , , , , ,

Unspoken Word

Suara gue menghilang!! udah 2 hari ini gue bener-bener nggak bisa mengeluarkan suara untuk berbicara. Mengandalkan sebuah note untuk ditulis dan ditunjukkan pada teman-teman kampus gue ketika kita ingin saling berkomunikasi.

3 hari yang lalu, gue masih bisa mengeluarkan suara walaupun terdengar serak. dan gue masih ingat banget komentar dari salah satu temen gue Hime ngomong kalau ge cocok banget jadi pengisi suara film 18+ atau film horor.  Waktu itu gue sempat berpikir Hmm.. gue sih ok.ok aja, tergantung bayarannya mana yang  paling tinggi. :))

Tapi setelah mengalami kesusahan suara dalam 2 hari ini gue cuman pengen suara gue balik. PLEASE BALIKIN SUARA GUE!! Gue jadi nggak bisa nyanyi, nggak bisa bersenandung, ngomong aja kagak bisa ToT

Ini semua gara-gara batuk berdahak yang nggak sembuh-sembuh selama 2 minggu ini. Apa ada yang tau obat buat nyembuhin batuk berdahak? Anyone help me please

Tagged , , , , ,

Jogja Part 2

Gue bakalan cerita mengenai hostel tempat gue menginap selama di Jogja, namanya itu Edu Hostel. Penginapan yang memang diutamakan untuk orang-orang yang sedang backpacker-an. Karena kami berempat jadi kami memilih untuk stay di kamar untuk 4 orang. Kami menghabiskan waktu di hostel hanya untuk tidur, dikarenakan aktivitas kami selama di Jogja super-duper penuh jadi ketika balik di hostel pada akhirnya kami langsung tepar.

filename-dsc-1332-jpg

(Kamar tidur kami ^0^)

img_4053

(Lantai 2, tempat bersantai dan wi-fi area)

img_4070

(Lantai 5, rooftop dan breakfast place)

img_3911

(Lobby Hostel)

2

(Tampak depan hostel)

Penginapan ini sangat di rekomendasikan, kalau kalian backpacker dan mencari penginapan yang murah, mendingan datang ke tempat ini. kalau kalian milih kamar yang 6 bed, kalian hanya membayar 70 idr/night tapi konsekuensinya kalian bakalan sekamar sama stranger. Tapi menurutku itu akan menjadi salah satu pengalaman yang cukup menarik dan memorable.

Tagged , , , , , ,

Bisa Jadi

Apakah kamu pernah ngerasain, perasaan saat mendengar suara seorang saja sudah membuatmu merasa tidak suka bahkan jengkel. Merasa bahwa orang itu sengaja membuat suaranya menjadi berlipat-lipat terdengar imut?

Ya, aku punya. Satu orang teman yang aku anggap memiliki kriteria di atas. Sebenarnya kita tidak memiliki masalah. Sama sekali. Hanya aku yang semakin lama-semakin merasa bahwa orang itu bertingkah seperti itu.

Apa mungkin karena aku tidak terbiasa (?) Tidak terbiasa mendengar seseorang yang berbicara menggunakan intonasi seperti itu. Bisa Jadi. :))

Tagged , , , , , , ,

Yogyakarta

Gue sangat-sangat exited banget. Untuk beberapa jam lagi gue bakalan berangkat ke Yogyakarta bareng teman-teman kampus gue. Ini yang kedua kalinya bagi gue buat ngunjungin kota pelajar itu and i can’t wait it.

map

 

Tagged , , , ,

Stand Up Comedy and Partners In Crime

Gue pengen cerita mengenai pengalaman gue pas ke Stand Up Comedy bareng Parners In Crime gue. Waktu itu hari sabtu, tunggu.. kita beli tiket bukan karena kita nggak-ada-kegiatan-di-malam-minggu-kayak-jomblo-ngenes-lainnya. Tapi karena kita-kita nih yee, emang suka banget nonton Stand Up comedy, dan ini udah yang kelima kalinya buat gue nonton Stand Up Comedy Live.

Kita udah “Otw” dari rumah dari jam 2, sedangkan acaranya baru mulai jam 7 malam. Waktu itu sekalian mau nganterin papanya temen gue ke pabrik kantornya, makanya berangkatnya lumayan cepet. Lokasi acaranya itu di Graha ITS, salah satu Universitas ternama di Surabaya. Dari lokasi tempat tinggal kita sih jauuh buanget. Istilahnya nih yah, dari pojok ke pojok. Pokoknya jauh banget, kalian percaya ajalah.. beneran jauh banget. Jauhnya nggak tanggung-tanggung deh.

Pas sampai ke pabrik papanya temen gue nih, ternyata baru jam 3, jadi pabriknya deket dengan lokasi Stand Up, maka dari itu kita sekalian jalan. Tapi dengan berangkat cepet konsekuensinya kita hopeless, nggak ada kerjaan, nggak ngapa-ngapain dari jam 3 sampai jam 7. Sambil menghabiskan waktu yang lumayan banyak itu dengan ngobrol-ngobrol. Ketawa-ketawa nggak jelas. Lari-larian. Ngelakuin hal-hal yang nggak penting banget pokoknya.

Si teman gue yang namanya Dhiah nih ya, yang-selalu-update-mengenai-acara-acara-kayak-giniian itu ngomong gini. “Eh, katanya opening gatenya jam 5. Kita mesti tukar tiket nih.” denger itu kita jadi girang dong.. Soalnya kita jadi mikir kalau kita cuman bakalan nunggu sampai jam 5 lewat doang aja. Nggak mesti sampai jam 7 malam.

Habis Dhiah ngomong kayak gitu, si Om akhirnya keluar dari pabriknya. Waktu itu sih kita-kita udah pada nangkring di dalam mobil, sambil nikmati udara sore yang sejuk. Trus si Dhiah ini ngomong sama si Om “Open Gate-nya udah dari jam 5 Om, kita mau nukar tiket dulu.” Aku lupa waktu itu si Om jawabnya gimana, intinya sih dia setuju kita pergi tukar tiket masuk.

Mempersingkat cerita, akhirnya sampailah kita ke lokasi, waktu itu baru jam 5 lewat dikit tapi buset dah. Orang-orang udah pada ngantri buat masuk. Ngantrinya udah lumayan panjang juga. Kita kan cuman mau tukar tiket dulu, jadi belum ikutan ngantri masuk.

Setelah tukar tiket, kita pergi lagi, nganterin om-nya balik. Nggak sampai rumah sih, soalnya jauh banget. Tapi sampai Si Om dapat Taxi. (Maaf Om’ kita membajak mobilmu *.*) Tau-tau kita balik Ke ITS udah jam 6.30. Kita akhirnya lari-larian cepet-cepetan nyampe di pintu. Pas udah di pintu dan ketemu security buat cek Tiket, ternyata temen gue yang satunya lagi Lia KEHILANGAN TIKETNYA!! KITA PANIK SEKETIKA. Jadi kita bertiga balik ke mobil, periksa semua bagian mobil yang mungkin menjadi wadah penampungan tiket yang hilang itu. Tapi ternyata nggak ketemu. Trus kita balik ke pintu lagi. Dan gue menawarkan diri buat periksa di toilet. Soalnya temen gue sempet ke toilet dulu sebelum ke pintu masuk. Tapi TETEP NGGAK KETEMU, GUE MAKIN PANIK!!

Pas gue balik nyari temen gue. Mereka berdua lagi ngobrol sama salah-satu panitia, lagi Jelasin situasi kita yang so complicated. Setelah beberapa menit. Panitia yang cowok itu. Gue ulang sekali lagi, Panitia yang cowok itu ngasih solusi handal. Tiket temen gue yang hilang DI GANTI!!! giila.. gokil habis nggak sih. Tiket seharga 40 idr yang hilang itu di ganti. Pantia yang keren tuh kayak gitu harusnya..

Sebenarnya sih, yang lebih keren itu temen gue yang Dhiah itu lah ~ Dhiah itu jago banget ngerayu. Perayu paling handal deh, dengan gunain tampangnya yang ok, nada yang memelas tapi terdengar manja dan imut serta pandangan mata yang Top banget (gue nggak bisa jelasin) dia bisa membuat pria manapun tiba-tiba terjangkit “Robin Hood” complex. Semacam kecendrungan buat melakukan sesuatu yang bersifat pahlawan.

Keren banget kan? ialahh… dan karena kemampuan luar biasa temen gue jugalah kita bertiga tetep bisa nonton Stand Up Comedy yang keren banget itu bareng-bareng.

Memorable banget pokoknya, dan oh iya.. Si Om ini papanya Lia, gue tadi lupa ngasih tau. 😀

Tagged , , , , , , , , , ,