Monthly Archives: October 2014

28 Oktober, hari sumpah pemuda

Sebagai warga negara Indonesia yang masuk dalam kataegori pemuda (pemudi untuk cewek), hari ini adalah hari di mana kita di ingatkan betapa besar sumbangsi pemuda pemudi indonesia dalam merebut kemerdekaan Indonesia, negara kita tercinta dari penjajah.

Hari ini aku cukup dikejutkan dengan respon salah satu teman kuliah mengenai makna dari hari sumpah pemuda sendiri. Bertemu dengannya dengan ekspresi yang terlihat sangat “bete” atau “bad mood”. Dia bercerita mengenai pengalamannya saat mendengarkan kicauan semua pemuda-pemudi Indonesia hari ini tentang sumbangsi mereka untuk negara kita. Sedangkan dirinya sendiri belum melakukan apa-apa. Ketika dia mulai ngelantur ke hal-hal yang lebih banyak mengenai ke “bete” an-nya ini dengan sumpah pemuda. Aku memotong omongannya dan memberikan tanggapanku sendiri mengenai arti dari sumpah pemuda dan apa yang telah aku lakukan untuk negaraku.

Aku tidak pernah membandingkan apa yang telah orang lain lakukan dan apa yang telah kita lakukan. Aku lebih sering melakukan evaluasi apa yang sebenarnya telah aku lakukan untuk negaraku Indonesia.

Beberapa hal yang telah aku lakukan dan aku yakin kamu juga melakukan itu seperti yaitu Aku tidak ikut melakukan demo, tindakan anarkis dan vandalis. Karena aku merasa masih ada pilihan lebih baik dalam mengutarakan pendapat selain demo serta tindakan anarkis dan vandalis. Aku sangat-sangat menolak untuk melakukan tindakan black campaign dalam mendukung sebuah tokoh politik atau pemimpin yang aku dukung. Aku berusaha untuk tahu isu-isu apa saja yang terjadi di negara kita bukan karena ingin terlihat intelegen atau sok tau. Tapi agar aku bisa mengutarakan pendapatku mengenai isu tersebut karena emang aku tau permasalahan itu.

Aku ikut memilih ketika pemilihan gubernur dan DPRD di daerahku waktu itu, tetapi untuk pemilihan presiden kemarin aku tidak menggunakan hak pilih yang aku miliki. Aku tidak menggunakan hak pilih karena panitia di daerahku tidak memberikan surat pemanggil untukku dan prosedur birokrasi yang harus aku lakukan untuk menggunakan hak pilih itu terlalu ribet untukku. Apa aku berkoar-koar di media sosial  mengenai kurang profesionalnya kinerja panitia? Tidak, aku merasa tidak ada yang patut dipersalahkan kecuali diriku sendiri yang tidak mau berusaha lebih keras lagi dalam menjalankan birokrasi tersebut. Dan kamu (temanku) harus bangga dengan dirimu karena menggunakan hak memilih-mu untuk membangun Indonesia lebih baik.

Sebagai wanita yang sedang dalam posisi hari pertama kedatangan tamu bulanan, aku cukup terkejut karena dapat mengatur emosi dengan baik ketika berhadapan dengan orang yang ber-aura negatif. Aku menganggap seharusnsya aku yang lebih pantas untuk memiliki the bad mood feeling. Mungkin ini juga dikarenakan teman yang duduk disebelahku memiliki aura yang positif dan ceria. Dan tentu saja Bak Pia ole-ole dari Jogja. 😛 Thanks to partner tim paper Akupuntur -ku dengan keceriannya hari ini. Thanks a lot

Advertisements
Tagged , , , ,

SIlly Me

Ketika suatu keadaan berubah, kamu di hadapkan pada satu hal, apakah kamu ingin menerima hal tersebut dengan tangan terbuka (positif) atau kamu lebih memilih untuk tidak menerimanya. Aku berada dalam kondisi yang awalnya menerima dengan positif lalu dalam prosesnya menjadi negatif. Sebuah lingkaran menjemukkan dan memuakkan.

Aku ingin pergi, aku ingin menyendiri, tinggalkan aku dengan kepenatanku dan kerumitannku. Aku benci kalian, aku benci semua. Jangan dekat-dekat denganku. Kata demi kata ku lontarkan, tak ada yang positif, semua dipenuhi dengan kalimat-kalimat negatif. Jangan minta aku bercerita. Aku belum siap menerima.

Aku rindu di saat semuanya belum berubah, aku rindu momen ketika aku belum tau apa-apa. Aku rindu dengan kesemuan sementara itu. Silly me yang masih berharap semuanya tetap sama.

Tagged

There is a sick in homesick

Hari ini mama sama papa udah pulang, gue kangen sama mereka. Gue pengen banget tau mereka bawa pulang ole-ole apa aja. Gue mau tau cerita-cerita mereka selama di sana. Gue mau ngobrol banyak sama mereka. Hiks ~ Kangen.

Tagged , ,

Hello, my cup of tea

Kemarin adalah hari yang spesial, selain komik favoritku posting chapter terbarunya, kemarin juga adalah pertama kalinya aku bertemu dengannya. This handsome man, my cup of tea.

Hello, my cup of tea.
Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari, kau bercerita semalam kita bertemu, entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini, tawa candamu menghibur saatku sendiri.

Jarak dan waktu takkan berarti karena kau akan selalu di hati, bagai detak jantung yang kubawa kemanapun kupergi. Aku di sini dan kau di sana, hanya berjumpa via suara, namun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa. Meski kau kini jauh di sana kita memandang langit yang sama, jauh di mata namun dekat di hati.

Tagged , ,

Sorry, I hurt you

Minggu yang cukup berat bagiku, aku nggak bisa ngontrol attitude ku akhir-akhir ini yang menyebabkan sarkastik-ku keluar dengan gampangnya sehingga dengan tidak sengaja aku melukai perasaan orang-orang di sekitarku.

Fisik dan mental yang letih membuatku kehilangan kendali untuk berpikir sebelum mengucapkan sesuatu. kata tak kalah tajam dari pisau. That’s true, aku telah menjadi korban dan tersangka dalam hal ini, aku tau gimana rasanya tersakiti dengan kata, dan ternyata aku menjadi orang yang menyakiti dengan kata.

Aku nggak mau seperti ini, aku mau ketika mengucapkan kalimat itu hanya sebagai mekanisme pertahanan diri kepada orang-orang yang memang pantas mendapatkannya, aku nggak mau kata-kata negatif itu keluar seperti amunisi yang tak bisa aku kontrol.

Sorry, i hurt you. I’m apologize. Thanks for not snap me in that situation and be a mature one. Aku akan berusaha untuk lebih aware dengan kestabilan emosiku, jadi aku tidak akan menyakiti kalian dengan gampangnya.

Tagged , ,

Protected: Asertif

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Tagged ,

Keputusan

Sometimes caring too much can leave your hurt. – Anonymous

Berarti solusinya untuk tidak merasa sakit yaitu berhenti untuk peduli? Well, sepertinya aku harus mencoba itu. Men-shut down semua perasaan care yang aku miliki.

Tagged , ,