Promise is a Promise

Di pagi hari ketika saya terbangun, suara telfon berbunyi. The ID calling dilayar handphoneku tertulis Mother. Dia mengucapkan salam dan memberikan doa untukku di tahun ini.

Obrolan kami menyenangkan, funny yet meaningful until she said “kamu janji cuman setahun kan di Surabaya” Saya terdiam mendengar pernyataannya yang terdengar seperti pertanyaan yang meminta validating.

Ketika diawal tahun saya menerima pekerjaan ini, saya tidak pernah menduga My Mom orang yang bakalan menyuruhku untuk pulang ke rumah, mencari kerja di hometown. Tentu saja sebelum saya menerima pekerjaan ini saya berdiskusi dengannya dan  meminta ijin darinya.

Promise is a promise, i love her enough untuk mengabulkan keinginannya. But there is another promise i made and i cherish this person enough for not broke the another promise. So i make compromise for this people.

Saya mengenal diri saya lebih baik lagi tahun ini.

I am a self center person, i know i love my self more than i love another people, But if my love for them is enough, saya akan berkompromi dengan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: