Tag Archives: animalistik

Bagaimana gue membela diri gue

Masih sulit bagi gue untuk melakukan ibadah secara seutuhnya. Ingin rasanya menjalankan ibadah sesempurna mungkin. Hanya saja entah mengapa gue masih belum dapat mendisiplinkan diri gue sendiri untuk berkomitmen dalam menjadi diri yang lebih sempurna di mata sang pencipta.

Gue masih merasa risih ketika beberapa orang memberikan nasehat ataupun bertindak “bossy” dalam cara gue menjalankan ibadah yang memang sejujurnya masih banyak kekurangan. Gue orang yang ekspresif jadi gue yakin gue pasti sudah menampakkan ekspresi sebete mungkin kalau ada orang yang membahas topik ini ke gue.

Ingin rasanya teriak pada mereka “mind your own business, buddy” tapi gue bukan tipe yang suka menjadi pusat perhatian di tempat yang rame. Dan tindakan ini jelas akan menarik perhatian orang banyak. Jadi gue menutup mulut gue untuk tidak teriak dan tentu saja dengan ekspresi yang sangat tidak nyaman.

Salah satu teman kampus gue pernah ngomong kalau gue merasa terintimidating oleh seseorang, secara tidak sadar gue malah bakalan menunjukkan body language atau mengeluarkan ucapan yang membuat orang tersebut merasa terintimidating sama gue.

Gue menyebut itu insting animalistik gue dalam mempertahankan/membela diri dari orang-orang yang membuat gue merasa terancam. Well, i’m  happy to have this. Kalau gue ingat-ingat lagi, waktu kejadian tersebut gue memang tidak teriak tapi gue mengeluarkan satu pernyataan pada orang tersebut yang membuatnya diam seketika.

Pada dasarnya gue orang yang punya ego yang tinggi, agak narsistik dan keras kepala. Jadi sulit untuk memberikan gue petuah dan sebaginya, gue akan tetap minta maaf kalau gue merasa bersalah which is itu agak jarang terjadi. Dan kalau pun gue mau berubah, perubahan itu harus atas dasar keinginan gue sendiri dan karena pengalaman sendiri atau pengalaman orang-orang pantas untuk didengarkan (Gue punya semacam kecendrungan untuk menghormati orang-orang yang jauh lebih tua, yang aku defenisikan sebagai orang-orang yang punya authority)

Orang-orang kayak gue akan lebih gampang terjebak dalam reverse psychology, karena kami terlalu ber ego tinggi untuk mengakui kalau kami tidak bisa melakukan suatu hal. Jadi satu-satu cara memberikan nasehat pada orang-orang seperti gue adalah dengan pintar-pintarnya menggunakan hal tersebut.

Advertisements
Tagged , , , , ,