Tag Archives: Friendship

Welcome back.

Sudah lama tak berbincang, bercerita beberapa kisah di catatan personal ini yang sebenarnya not too personal.

Jadi, cerita pertama yang akan kubagikan adalah tentang kejadian beberapa hari yang lalu saat aku meet up dengan teman masa kecil. Pertama kali bertemu, aku cukup merasa awkward (sedikit), bingung bakalan ngomong apa saat pertama kali bertatap muka. Beruntungnya dia cerewet jadi semua kesan kaku langsung hilang.

selama 2 jam pertemuan, jujur itu masih kurang banyak. Selama 2 jam kita hanya bercerita mengenai kehidupan anak kuliahan. Padahal aku ingin tahu bagaimana kabar teman kecil kita yang lain di kompleks BTN 2 Bulukumba, dalam pembicaarn selama 2 jam itu she told me twice “Aku nggak berubah” yang pertama saat pertama kali saat bertemu it’s about my height and weight dan yang kedua about my personality. Cukup mengangetkan di mana aku tahu dalam 4 tahun terakhir aku berubah banyak. Banyak banget. Aku bukan lagi the moody and temperament girl yang dulu. I am more than my old personality.

Aku pindah rumah saat kelas 2 smp dan saat itu juga kami terakhir ngobrol dan ketemu (9 years apart). Pernyataannya yang mengenai personality ku cukup membuatku tertarik mengenai “bagian apa yang tidak berubah” dia bilang aku dari smp (terakhir kali kita bertemu saat aku kelas 2 smp) selalu berpikir dewasa. Aku nggak tanya dengan detail dewasa yang dimaksud seperti apa tapi yang aku tahu aku memang orang yang penuh dengan angan dan impian. Selalu mikirkan langkah apa selanjutnya dan selalu punya suatu tujuan untuk diperjuangkan. Dia juga bertanya mengenai why i choose psikologi,  i never talk about being piskolog (waktu kecil) ataupun ingin jadi penulis.

it’s nice to meet a old friend. dia juga bilang kalau cara ku berbicara seperti orang yang melakukan analisis terlebih dahulu sebelum mengeluarkan tanggapan. Cukup lucu mengingat aku adalah orang terpayah dengan ingatan mengenai teori. Tapi dia tidak salah, cukup susah memang ketika mencoba berbicara menggunakan standar pembicaraan umum, banyak banget yang harus dijelaskan ulang dengan menggunakan common sense. Tapi karena aku mendapatkan banyak cerita darinya jadi tidak masalah, masih masuk dalam kategori pertemuan yang sangat menyenangkan. 😀

Have a nice day.

.

Tagged , , , ,

Sorry, I hurt you

Minggu yang cukup berat bagiku, aku nggak bisa ngontrol attitude ku akhir-akhir ini yang menyebabkan sarkastik-ku keluar dengan gampangnya sehingga dengan tidak sengaja aku melukai perasaan orang-orang di sekitarku.

Fisik dan mental yang letih membuatku kehilangan kendali untuk berpikir sebelum mengucapkan sesuatu. kata tak kalah tajam dari pisau. That’s true, aku telah menjadi korban dan tersangka dalam hal ini, aku tau gimana rasanya tersakiti dengan kata, dan ternyata aku menjadi orang yang menyakiti dengan kata.

Aku nggak mau seperti ini, aku mau ketika mengucapkan kalimat itu hanya sebagai mekanisme pertahanan diri kepada orang-orang yang memang pantas mendapatkannya, aku nggak mau kata-kata negatif itu keluar seperti amunisi yang tak bisa aku kontrol.

Sorry, i hurt you. I’m apologize. Thanks for not snap me in that situation and be a mature one. Aku akan berusaha untuk lebih aware dengan kestabilan emosiku, jadi aku tidak akan menyakiti kalian dengan gampangnya.

Tagged , ,

Not-So-Complicated

Aku bosan dengan kalian, kita terlalu sering bersama-sama. Aku butuh space ku. Aku butuh waktu juga dengan teman-temanku yang lain. Dengan duniaku yang tidak melibatkan kalian di dalamnya.

Bukan berarti aku tidak ingin bersama kalian lagi, aku tidak membenci kalian. Lebih-ke-kita-tidak-seharusnya-bersama-sama-dalam-waktu-dekat-ini.

Sincerely your dear Friend 

Tagged ,